Coretan Kemenangan dari seorang yang awam

November 1, 2011

Load Balancing – Working

Filed under: Mikrotik Router — boocex @ 10:04 am

Ane lupa nyertain daftar pustakanya ( dapet googling ) tapi perintah – perintah mikrotik di bawaha ini udah ane coba dan bisa jalan buat load balancing dari 2 atau lebih sumber internet yang akan kita gunakan. Ane harap bisa membantu buat temen – temen yang lagi membutuhkan. :D

Introduction

This example is improved (different) version of round-robin load balancing example. It adds persistent user sessions, i.e. a particular user would use the same source IP address for all outgoing connections. Consider the following network layout:

 

Quick Start for Impatient

Configuration export from the gateway router:

/ ip address

add address=192.168.0.1/24 network=192.168.0.0 broadcast=192.168.0.255 interface=Local

add address=10.111.0.2/24 network=10.111.0.0 broadcast=10.111.0.255 interface=wlan2

add address=10.112.0.2/24 network=10.112.0.0 broadcast=10.112.0.255 interface=wlan1

 

/ ip route

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.1,10.112.0.1 check-gateway=ping

 

/ ip firewall nat

add chain=srcnat out-interface=wlan1 action=masquerade

add chain=srcnat out-interface=wlan2 action=masquerade

 

/ ip firewall mangle

add chain=input in-interface=wlan1 action=mark-connection new-connection-mark=wlan1_conn

add chain=input in-interface=wlan2 action=mark-connection new-connection-mark=wlan2_conn

add chain=output connection-mark=wlan1_conn action=mark-routing new-routing-mark=to_wla1

add chain=output connection-mark=wlan1_conn action=mark-routing new-routing-mark=to_wla2

 

/ ip route

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.1 routing-mark=to_wla1

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.2 routing-mark=to_wla2

Explanation

First we give a code snippet and then explain what it actually does.

IP Addresses

/ ip address

add address=192.168.0.1/24 network=192.168.0.0 broadcast=192.168.0.255 interface=Local

add address=10.111.0.2/24 network=10.111.0.0 broadcast=10.111.0.255 interface=wlan2

add address=10.112.0.2/24 network=10.112.0.0 broadcast=10.112.0.255 interface=wlan1

The router has two upstream (WAN) interfaces with the addresses of 10.111.0.2/24 and 10.112.0.2/24. The LAN interface has the name “Local” and IP address of 192.168.0.1/24.

 

NAT

/ ip firewall nat

add chain=srcnat out-interface=wlan1 action=masquerade

add chain=srcnat out-interface=wlan2 action=masquerade

As routing decision is already made we just need rules that will fix src-addresses for all outgoing packets. if this packet will leave via wlan1 it will be NATed to 10.112.0.2/24, if via wlan2 then NATed to 10.111.0.2/24

 

Routing

/ ip route

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.1,10.112.0.1 check-gateway=ping

This is typical ECMP (Equal Cost Multi-Path) gateway with check-gateway. ECMP is “persistent per-connection load balancing” or “per-src-dst-address combination load balancing”. As soon as one of the gateway will not be reachable, check-gateway will remove it from gateway list. And you will have a “failover” effect.
You can use asymmetric bandwidth links also – for example one link is 2Mbps other 10Mbps. Just use this command to make load balancing 1:5

/ ip route

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.1,10.112.0.1,10.112.0.1,10.112.0.1,10.112.0.1,10.112.0.1 check-gateway=ping

 

Connections to the router itself

/ ip firewall mangle

add chain=input in-interface=wlan1 action=mark-connection new-connection-mark=wlan1_conn

add chain=input in-interface=wlan2 action=mark-connection new-connection-mark=wlan2_conn

add chain=output connection-mark=wlan1_conn action=mark-routing new-routing-mark=to_wlan1

add chain=output connection-mark=wlan1_conn action=mark-routing new-routing-mark=to_wlan2

/ ip route

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.1 routing-mark=to_wlan1

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.2 routing-mark=to_wlan2

With all multi-gateway situations there is a usual problem to reach router from public network via one, other or both gateways. Explanations is very simple – Outgoing packets uses same routing decision as packets that are going trough the router. So reply to a packet that was received via wlan1 might be send out and masqueraded via wlan2.

To avoid that we need to policy routing those connections.

Known Issues

Hotspot by User Manager

Filed under: Router — boocex @ 9:54 am

Hotspot Mikrotik by User Manager

 

Membuat hotspot di mikrotik relatif tidak sulit, hanya dengan mengikuti langkah – lankah di bawah ini.

Kita sudah bisa membuat hotspotan dengan biaya relatif murah.

 

Langkah – langkah adalah sbb :

 

1. Buat sebuah server Radius

/ radius add service=hotspot address=127.0.0.1 secret=abcde

 

2. Buat profile dan set profile tersebut untuk menggunakan Radius Server

/ ip hotspot profile set hsprof1 use-radius=yes

 

3. Membuat scriber

/ tool user-manager customer add login=”MikroTik” password=”qwerty” permissions=owner

 

4. Tambahkan Router kita dalam hal ini localhost.

/ tool user-manager router add subscriber=MikroTik ip-address=127.0.0.1 shared-secret=abcde

 

5. Lalu silahkan browser ke http://routerkamu/userman

 


Agustus 13, 2008

Seks Non-Penetrasi

Filed under: Sex — boocex @ 11:30 pm

Seks Non-Penetrasi

Jangan beranggapan seks koital, dengan melakukan penetrasi adalah segalanya. Salah! Seks tanpa

penetrasi bahkan kadang mendatangkan keintiman dan kenikmatan yang luar biasa. Bukan karena alasan

Anda sedang hamil atau sakit. Tapi karena strategi untuk mendapatkan sensasi yang lain daripada seks pada umumnya.

Banyak orang yang berpendapat bahwa mereka tidak selalu memerlukan penetrasi untuk mendapatkan seks yang menyenangkan. Karena terkadang, ada saatnya Anda atau pasangan Anda ingin melakukan seks dengan biasa-biasa saja, dan tidak menginginkan penetrasi.

Ada juga sebagian orang yang merasakan kebosanan seksual setelah hidup bersama selama beberapa tahun. Itu adalah satu akibat dari ketidak-kreatifan mereka dalam memasukkan variasi dalam percintaan mereka. Akan tetapi, begitu mereka melakukan dengan biasa –tanpa penetrasi– maka perasaan mereka akan berubah, karena mereka merasa lebih seksi dengan bercinta seperti itu. Boleh dikatakan, kalau percintaan seperti itu akan kembali membuat pasangan menjadi lebih muda.

“Seperti sebelum menikah dulu, kala kami melakukan sesuatu yang dilarang sementara orangtua kami

tertidur di kamar sebelah dekat kami melakukannya. Wah, rasanya menggetarkan sekali!” ungkap Ana dan suaminya Adi. “Sebagian saat-saat menghangatkan untuk kami berdua, tidak hanya dilakukan di tempat tidur, dan bukan tentang hubungan badan,” jelas mereka lagi.

Nah, dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa percintaan seperti ini sangat

menarik sekali untuk

dilakukan. Jadi, untuk Anda yang masih sungkan atau belum pernah mencobanya, apa salahnya mengajak pasangan Anda untuk melakukannya. Pasti pasangan Anda akan merasa ikut bertualang.

Pilih tempat yang romantis dan tempat lain yang tidak ia duga sebelumnya, seperti di ruang tamu, dapur, ruang kerja, atau untuk lebih menantang lakukan di jok belakang mobil Anda. Pasti si dia akan terkagetkaget dibuatnya.

Lalu, apakah Anda sudah mengetahui langkah-langkah melakukan seks tanpa penetrasi ini? Kalau belum simaklah beberapa ajuran berikut ini;

Melakukan outercourse. Pasangan dapat membuka sebagian pakaian jika mau, tapi pakaian tetap dalam posisi lekat di tubuh. Outercourse yang dinamakan Dry Humping ini akan membuat pasangan merasa dirinya muda kembali.

Masturbasi mutual. Kedua pasangan dapat melakukan hal ini, atau melihat pasangannya melakukan masturbasi, agar terangsang.

Melakukan cunnilingus dan fellatio. Karena banyak orang mengganggap dan menjadikan hal ini sebagai bagian integral dari foreplay. Bahkan seks seperti ini dapat lebih dari sekadar persiapan untuk melakukan hubungan badan. Namun, seks oral ini dapat dilakukan secara terpisah.

Melakukan femoral intercourse. Yaitu dengan meletakkan penis di antara paha dengan tidak menginsersikannya ke dalam vagina.

Melakukan intermammary intercourse. Yaitu dengan meletakkan penis di antara payudara. Kegiatan ini

sudah sangat terkenal sekali dan seringkali dilakukan oleh pasangan-pasangan muda di Eropa. Dan banyak orang, terutama pria, yang menganggap bahwa perbuatan ini sangat seksi dan sensual sekali.

Petting, Wajib Sebelum Intim

Filed under: Petting — boocex @ 11:23 pm

Petting, Wajib Sebelum Intim
BAGI pasangan yang telah lama menikah dan memiliki anak, terkadang cumbuan tak lagi dilakukan. Dan akibatnya, keluhan kekurangan rasa nikmat pun acap muncul. Padahal, jika petting tetap dilakukan,stimulasi otak akan memacu kelenjar, mendatangkan sensasi nikmat yang luar biasa. Kenapa tak mencobanya?

Petting adalah tip untuk melipat gandakan sensasi sebelum Anda memasuki tahap pemanasan yangsesungguhnya. sebaiknya Anda berdua mencoba untuk tetap mengenakan baju sewaktu Anda melakukan petting, atau saling menggoda dengan stimulasi-stimulasi seperti di bawah ini. Tapi, jika saatnya sudah tepat, tanpa tersadari, Anda dan pasangan justru telah mencopoti busana sendiri.Sebelumnya, usahakan Anda mengenakan pakaian dalam dari bahan lembut seperti sutra atau satin, atau kamisol tembus pandang di balik cardigan yang kancingnya mudah dibuka. Ini akan membuat Anda lebih gampang meningkatkan cumbuan, jika menginginkannya. lagipula, sentuhan tangan pada bagian lembut tersebut akan mudah memberikan sensasi yang menggoda pasangan Anda untuk lebih dalam lagimenjamahnya. Karena si dia tidak mungkin bisa memandang tubuh bagian dalam secara langsung,sehingga terpaksa mengintip-intip. Justru yang seperti inilah yang terasa lebih seksi.
Setelah itu, Anda bergantian menghidupkan gairah seksualnya. Dengan menyentuh dan menyapu torsonyadengan kuku. Setelah itu gantian melakukan elaborasi dengan jari-jari tangan dan mengusap-usappundaknya. Remas pundaknya dengan lembut, sapu menaik ke arah leher, mengusap-usap di sana, laluturun ke punggungnya yang telanjang. Jika mau variasi, Anda bisa “memijat” punggung pasangan Andadengan tubuh bagian depan Anda, atau dengan payudara Anda. Percayalah, sentuhan payudara Anda dipunggungnya akan mendatangkan sensasi yang tak terkatakan. Lihat, bukankah dia hanya dapatmengerang.Tapi, jika dia akan membalikkan badan, dan “menyerang” Anda, tolak dahulu. Pemanasan baru saja dimulai.Anda pun dapat menyempurnakannya lagi dengan menarik tali sabuk pinggang celananya. Lalu dengan telunjuk, telusuri keliman celananya mulai dari lutut sampai ke daerah paha bagian dalam. Dengan begitu, Anda berdua akan mendapatkan bunyi gesekan celana yang seksi. Mainkan jari-jari Anda berada di dalam jepitan karet celana dalamnya, dan usap-usaplah daerah tersebut, masuk, ke luar lagi, sambil tekan, seolaholah Anda ingin mengetahui “isi” di dalamnya. Lihat, napasnya menderu, bukan?
Atau, Anda dapat mengajak pasangan Anda menari dengan diiringi musik lincah. Minta pasangan Andaduduk, sementara ia duduk, Anda dapat sedikit demi sedikit duduk di pangkuannya sambil menghadap ke arahnya. Dengan begitu, si dia akan merasakan gesekan dan sentuhan lembut pinggul, payudara, dan kaki Anda. dan Anda dapat merasakan “sentuhan” si Mr Happy, kan? Lalu, sedikit demi sedikit, rengkuhkan badan Anda sampai akhirnya Anda berdua menyatu total.Nah, lewat kecupan dan sentuhan, gairah dengan sendirinya akan semakin menyala-nyala. Jadi, Anda tidak perlu langsung menuju sasaran utama, yaitu bercinta. Karena getar-getar asmara semasa awal pertama Anda bercumbu dan melakukan petting (menggerakkan sambil menyentuh bagian-bagian vital tubuh Anda) dapat dilakukan dengan baik.

Seni Dahsyat Belaian & ciuman

Filed under: Music — boocex @ 11:22 pm


Seni Dahsyat Belaian & ciuman

Ciuman dan belaian merupakan elemen tak terpisahkan dari aktivitas seksual. Setiap inci area tubuh

pasangan Anda layak untuk dibelai dan dicium. Tapi area yang paling sensitif adalah bibir, payudara, paha dan organ seksual.

Menurut ajaran Tao, ketika pria mencium wanita ia akan merasakan energi Yin mengalir dari tubuh

pasangannya masuk ke dalam tubuhnya. Sebaliknya si wanita seharusnya juga akan merasakan aliran energi Yang dari pasangannya ke dalam dirinya.

Sedangkan untuk belaian, ajaran Tao berbagi tipsnya sebagai berikut:

1. Saling membelai semestinya dilakukan selama foreplay, intercourse dan juga afterplay sampai Anda berdua mencapai fase calm down.

2. Area paling sensitif pada tubuh wanita adalah klitoris dan payudara, namun sebaiknya tidak langsung

menuju ke sana. Belailah dulu tangan dan memeluknya dengan lembut. Area lainnya yang cukup sensitif adalah telinga, leher belakang, pinggang, bagian dalam pantat, dan perut. Kontak langsung antar perut juga

bisa menimbulkan rangsangan yang intens.

3. Rahasia paling dasar dalam membelai: Sentuhlah langsung kulit pasangan, tapi jangan statis. Variasikan teknik sentuhan dan gunakan juga bibir dan lidah, selain tangan.

4. Pria memberikan reaksi yang berbeda terhadap stimuli erotis, tergantung dari usia dan kemampuannya mengontrol energi seksual. Contohnya pria muda organ seksualnya sangat sensitif, tipe belaian yang
dianjurkan adalah sentuhan lembuh pada seluruh permukaannya. Untuk pria yang lebih tua, dianjurkan untuk menggenggam penisnya dengan kedua telapak tangan dan menekan-nekannya dengan lembut
menirukan ‘denyutan’ otot vagina.

5. Anda akan terdorong untuk mengeluarkan suara-suara erotis saat menikmati belaian dan ciuman pasangan. Dan Anda akan melihat bagaimana suara-suara tersebut mempengaruhi pasangan dan menciptakan surga dunia.

Taoisme mengajarkan bahwa jika pasangan bisa beraktivitas seksual dengan waktu yang cukup, mereka akan merasakan harmoni secara mental dan fisik. Kehidupan yang penuh erotika juga menciptakan
keseimbangan hormon.

Di dunia kedokteran modern menyebutkan bahwa keseimbangan hormon amat berperan dalam menjaga
kesehatan dan tampil awet muda. Dalam bahasa Tao disebut keseimbangan esensi Yin dan Yang.

Selain seks, stimuli audio-visual seperti film, lukisan, musik dan foto-foto erotis bernilai seni juga dipercaya bisa menyeimbangkan Yin dan Yang.

Kenali Enam Daerah Sensitif

Filed under: Sex — boocex @ 11:20 pm


Kenali Enam Daerah Sensitif

Tangan dan jemari merupakan bagian tubuh yang dapat berfungsi luar biasa ketika anda berhubungan

seks. Karena itu, jangan batasi gerakannnya, apalagi bila menyambut bagian – bagian vital pasangan anda. Menurut Gloria Brame, Ph. D., penulis Come Hilther: A Commonsense Guide to Kinky Sex, jangan biarkan jari dan tangan anda hanya berada pada satu titik vital si dia. Lalu, apalagi tempat – tempat yang disarankan Dr. Brame ? Ikuti petunjuk berikut ini.

Rambut,

saat bercinta, dari posisi belakang, peluk hangat si dia. Anda juga bisa mencoba menarik rambutnya secara gentle. Ini merupakan reaksi alamiah dan cenderung mengikuti pola hewan, tapi dapat menggambarkanintensitas seks Anda yang liar. Demikian komentar Ava Cadell, Ph. D., penulis The Stock Market Orgasm.

Tangan,
posisi tangan di atas kepalanya dan tahan di sana. Lalu secara perlahan turunkan kepala anda dan mulai cumbu tangan hingga lehernya. Hal ini dapat memacu semangat bercintanya menjadi lebih besar lagi,apalagi jika ciuman tersebut anda teruskan hingga bagian dada dan perutnya. Demikian saran Laura Corn,

penulis The Great American Sex Diet. Wajah,usapkan secara lembut bagian pipi dan dagunya, sambil anda melakukan gerakan penetrasi. “Wanita akanterasa tersanjung jika dia merasa diperhatikan dan disayangi ketika bercinta,” kata Dr. Brame. Leher,Belaian secara lembut pada bagian tengkuk akan memberikan rasa aman pada diri pasangan anda. Hal iniakan bermuara pada penyerahan diri pasangan anda. Hal ini akan bermuara pada penyerahan dirisepenuhnya. Demikian penjelasan Lana Holstein, M.D., penulis How to Have Magnificient Sex.

Pantat,

ketika anda sudah sampai pada bagian ini. Fokuskan perhatian pada titik sensitif seputar wilayah

kebanggaan pasangan anda tersebut. Wilayah ini terlektak pada bagian antara paha dan bokong. Lakukan secara variatif, sehingga anda akan mendapatkan sensasi yang berbeda.

G-spot,

ketika anda melakukan posisi missionary, berikan tekanan pada bagian atas tulang pubicnya. “Anda

menstimulasi G-spot melalui Mr. P Anda di dalam dan tekan tangan dari bagian luar. Ini akan menghasilkan sensasi yang luar biasa,” kata Tristan Taormino, seorang sex educator dan penulis Pucker Up: A Hands-On Guide to Ecstatis Sex

Tehnik Yoga Tantra untuk sex lebih bergairah…

Filed under: Tehnik Yoga Tantra untuk sex lebih bergairah... — boocex @ 11:18 pm

Tehnik Yoga Tantra untuk sex lebih bergairah…

Seks dalam Tantra bukan mengumbar nafsu, tapi ‘menghadirkan’ Tuhan di tempat tidur. Seks adalah

energi. Maka tergantung pada Anda, apakah ingin menjadikan nya energi suci atau sesuatu yang dangkal. Berikut latihan-latihan yoga yang menenangkan, melatih kelenturan dan meningkatkan vitalitas menuju
bahagia lahir batin.

Yoga berasal dari kata bahasa Sansekerta yug, yang artinya menyatu. Pada Hatha Yoga, persatuan antara pikiran dan tubuh digambarkan melalui latihan-latihan fisik yang disebut asana. Khususnya dalam Yoga Tantra, harmoni dan keseimbangan dicapai melalui persatuan seksual antara pria dan wanita.

Latihan-latihan ini bisa membuat perasaan tenang dan melatih kelenturan yang diperlukan dalam bercinta. Cara bernapas yang benar dapat membawa vitalitas dan energi tambahan terhadap aktivitas seksual yang Anda lakukan bersama pasangan. Gerakan-gerakannya yang menekuk atau memilin akan merangsang organ-organ bagian dalam dan melancarkan aliran oksigen dalam darah, sehingga bisa meremajakan
kembali sel-sel dalam tubuh Anda.

pemanasan

Agar tidak terjadi cidera, penting melakukan pemanasan. Bergeraklah dengan lembut dan bernapaslah secara mendalam.

1. Berdiri dengan kedua kaki dibuka lebar melebihi bahu. Tarik perut dan dan pantat Anda. Dan

bernapaskan secara dalam dan lambat. Tautkan jari-jari Anda ke depan tubuh dengan telapak tangan
menghadap ke depan. Renggangkan kedua lengan ANda. Badan tetap tegap. Tahan 5-8 hitungan.

2. Tarik napas, kemudian angkat kedua lengan Anda yang masih bertaut ke atas kepala. Renggangkan. Pandangan ke atas. Tahan posisi ini selama 5-8 hitungan, lalu perlahan turunkan.

3. Tarik napas, lalu renggangkan tubuh Anda di samping. Tangan kiri turun perlahan sampai pada betis, lalu peganglah betis Anda, sementara tangan kanan ditarik ke samping kiri melampaui kepala dengan ujung jari meruncing. Dekatkan tangan kanan Anda ini pada telinga. Tahan posisi ini 5-8 hitungan, dan lakukan lagi dengan arah yang berlawanan.

Latihan untuk Menjaga Keseimbangan

Berikut ini adalah salah satu pose untuk menjaga keseimbangan. Bermanfaat membantu memusatkan perhatian dan pikiran ketika Anda bercinta dengan pasangan.

Berdiri dengan kedua kaki dibuka lebar melebihi bahu. Tempatkan kedua tangan Anda di punggung dengan telapak tangan saling berhadapan, sehingga dada Anda terbuka. Kemudian putar badan Anda ke samping, sehingga otomatis kaki Anda pun berputar ke samping. Rasakan peregangan pada tangan, bahu, perut, dan kaki. Jagalah agar wajah dan leher tetap rileks. Tahan posisi ini selama 58 hitungan.

Peregangan Duduk

Latihan peregangan pada panggul membantu menguatkan organ-organ seks dan mencegah agar dinding vagina tidak kendur.

Duduk dilantai dengan kedua kaki dilipat ke belakang, namun jagalah agar kedua lutut tetap saling

menempel. Kedua tangan memegang ujung-ujung kaki, namun siku jangan dikunci. Punggung tegak. Bernafaslah secara teratur dan mendalam. Tahan posisi ini selama 5-8 hitungan.

Pose Kobra

Latihan ini memelihara tulang belakang agar tetap lentur, dan dapat menyetel pusat-pusat seks di tulang

belakang dan organ-organ panggul, juga merangsang saraf-saraf sensorik.

Mulailah dengan berbaring telungkup. Perut menempel di lantai. Tarik napas secara perlahan dan

mendalam, lalu angkat bagian atas badan. Kedua tangan menopang di lantai, namun jangan mengunci siku. Ujung kaki diruncingkan. Kepala sedikit menengadah. Tahan posisi ini 5-8 hitungan.

Peregangan Duduk

Latihan ini bermanfiaat memperbaiki sistem sirkulasi dan saraf otot di seluruh panggul. Jika dikerjakan oleh
laki-laki akan menguatkan sperma, dan jika dikerjakan oleh perempuan akan menguatkan indung telur.

1. Duduk tegak. Kedua kaki dibuka lebar-lebar. Rasakan peregangannya. Condongkan badan ke arah kiri, dan pegang telapak kaki kiri dengan dengan tangan kiri. Lalu tarik tangan kanan ke arah kiri melampaui kepala dengan ujung jari meruncing. Rasakan peregangannya. Bernapaslah secara perlahan dan
mendalam. Tahan posisi tersebut 5-8 hitungan. Ulangi dengan arah yang berlawanan.

2. Masih duduk dengan kaki terbuka lebar, sekarang tundukkan badan Anda ke arah depan. Kedua tangan dijulurkan ke depan, lurus, dengan telapak tangan menapak di lantai. Rasakan peregangannya.
Bernapaslah secara perlahan dan mendalam. Tahan posisi tersebut 5-8 hitungan.

Menambah Kekuatan Seks Dengan Teknik Ciuman

Filed under: Menambah Kekuatan Seks Dengan Teknik Ciuman — boocex @ 11:12 pm


Menambah Kekuatan Seks Dengan Teknik Ciuman

Dalam kitab Kamasutra diajarkan teknik dan bentuk ciuman beserta sensasi nikmat yang ditimbulkannya. Ciuman merupakan bahasa cinta yang klasik, ia mampu mengekpresikan berbagai bentuk rasa cinta dan sayang seseorang terhadap pasangannya. Dengan ciuman permainan cinta dapat menimbulkan sensasi
yang luar biasa. Sebab dalam mulut terletak berjutajuta sel syaraf pengerak nafsu seks. Mulut memiliki
sensor yang sangat peka, karenanya bentuk permainan cinta akan semakin terasa mengirahkan dan
memuaskan. Berciuman bentuk perilaku paling indah saat anda berhubungan. Pada kondisi itu perasaan akan ikut menyatu. Berikut beberapa teknik berciuman yang di kembangkan secara turun temurun sebagai
sebuah tradisi bercinta dalam kamasutra.

Ciuman Pembuka

Jenis ciuman ini dapat dilakukan secara rileks sebagai tahap awal melakukan aktivitas seks. Meski rileks, jenis ciuman ini bisa memberikan perasaan mesra di antara pasangan. Ciuman ini dilakukan dengan mulut masih tertutup, dan beradu antara bibir dengan bibir. Dilakukan dengan penuh kelembutan. Untuk
menambah sensasi rasa, bisa dilakukan dengan mata terpejam.Obyek ciuman pembuka tidak selalu harus
di bibir tapi bisa di pipi, kening, leher, rambut bahkan tangan.

Ciuman Kering

Ini merupakan tingkatan lanjutan setelah ciuman pembuka. Tekniknya adalah dengan sedikit membuka mulut saat berciuman, hembuskan sedikit angin melalui mulut kemudian tempelkan dengan lembut dan perasaan mesra. Tahanlah sebentar untuk menikmati getaran-getarannya. Setelah itu angkat perlahan -
lahan dan lakukan gerakan tersebut berulang-ulang.

Ciuman Basah

Ciuman ini dilakukan dengan mulut membuka, kemudian dibasahi mulut dengan lidah dengan gerakan

memutar sehingga bibir terlihat basah dan merekah oleh jilatan. Setelah bibir dirasa basah ciumkan pada bagian-bagian tubuh pasangan anda. Dalam mencium mainkan lidah anda sehingga menyentuh bibir atau kulit tubuh pasangan anda. Selain membasahi daerah-daerah seperti disebutkan diatas juga bisa dilakukan di punggung pasangan anda.

Model Kulum

Model ciuman dengan cara mengulum ini sangat nikmat dan bisa dengan cepat menaikkan birahi, yaitu
dengan mulut di ciumkan kemudian lidah digerak-gerakkan seperti mengulum permen. Caranya majukan ujung bibir dan buka sedikit kemudian disusul dengan lidah masuk ke daerah obyek kuluman. Lakukan
gerakan gerakan lidah dengan menyentuhkan bagian lidah bagiab atas maupun bawah sedikit memberikan tekanan-tekanan, terus lakukan memutar lidah sehingga tersentuh bagian lidah bagian atas dan bawah
secara bergantian. Bagian tubuh yang paling sensitif dengan model kuluman ini adalah; mulut bagian dalam (saling mengulum), puting payudara, klitoris, ujung jari dan ujung telingga.
Model Sedot

Apa yang dilakukan dalam ciuman model sedot ini hampir sama dengan ciuman model kulum,cuma jika

model kulum mengunakan lidah di ciuman medel sedot yang di gunakan adalah mengandalkan tenaga bibir
untuk menyedot seperti saat anda menyedot minuman,atau seperti pada bayi yang menyusu. Penekanan
teknik ini adalh pada otot-otot sekitar mumut, pipi dan leher. Tekniknya adalah dengan melakukan ciuman
sembari melakukan sedotan pada bagian tubuh seperti bibir atas bawah, puting payudara, dada dan leher.

Model Gigitan

Teknik ini merupakan upaya tingkatan lebih lanjut untuk meningkatkan birahi saat anda menjalani proses
berhubungan intim. Caranya adalah dengan memberikan sedikit gigitan lembut pada daerah-daerah
rangsangan pasangan anda. Jika gigitan tersebut dipadu dengan jilatan lidah maka sensasi yang
ditimbulkan akan semakin terasa menyengat. Gigit diantara gigi anda sebentar lalu lepaskan dan ulangi
segera. Bekas gigitan dengan warna merah akan menjadi kenangan indah setelah melakukan hubungan
seks. Model ciuman dengan gigitan ini bisa anda lakukan di daerah sekitar dada, payudara, punggung,
leher, serta paha. Lakukan eksplorasi atas berbagai teknik serta model berciuman di padu dengan insting
bercinta yang anda miliki. Pindahkan ciuman ke bagian bagian lain setelah bentuk serta model ciuman yang pertama ‘selesai’ dan biarkan ini berlanjut sehingga terjadi birahi puncak dan ereksi total pada diri anda dan
pasangan sebelum melakukan hubungan seks.

Teknik dahsyat & rahasia oral

Filed under: Teknik dahsyat & rahasia oral — boocex @ 8:55 pm

Teknik dahsyat & rahasia oral ” ms V “

Inilah tehnik & rahasia yang jarang sekali diketahui oleh para pria, karena kebanyakan pria hanyalah mengandalkan insting & naluri alami, tapi itu saja tidak cukup untuk memuaskan pasangan tercinta anda! baca dengan seksama… 

Ketika tiba saatnya bagi anda untuk menjilati vagina seorang wanita, bagian mana yang perlu anda jilati? Apakah ada tempat-tempat khusus yang akan membuatnya menggeliat-geliat dan menggelepar-gelepar keasyikan seperti seekor ikan yang terdampar di darat? Apakah ada titik-titik tertentu yang malah mungkin akan membuatnya mencapai orgasme sambil melenguh-lenguh atau mengaum-ngaum keasyikan? Tentu saja!

Sayangnya, pria yang belum mahir bersilat lidah dalam hal ini cenderung menjilati tempat yang salah. Pria yang kurang berpengalaman semacam ini seringkali berpandangan bahwa tempat yang paling tokcer untuk dijilati adalah bagian mulut dari lubang vagina partnernya. Walaupun jilatan-jilatan di situ juga dapat memberikan sensasi yang nikmat bagi seorang wanita, sebenarnya ada tempat lain yang lebih penting peranannya dalam memberikan kepuasan sebanyak mungkin bagi wanita: klitoris (yang sering juga dinamakan G-spot).

Di manakah letaknya klitoris seorang wanita? Cara yang paling mudah untuk menunjukkannya ada melalui gambar berikut

Spoiler for Klik ini untuk menunjukkan GAMBAR KLITORIS :

. Benjolan berlekuk-lekuk yang tampak seakan-akan berlubang itulah yang dinamakan klitoris (dilingkari dengan sebuah elips).

Klitoris (kelentit) vagina seorang wanita mirip seperti bagian kepala penis seorang pria, yang membesar, gundul, dan mengkilap pada saat ereksi. Seperti halnya dengan kepala penis pria, klitoris merupakan tempat yang sangat sensitif dan dipenuhi dengan ujung-ujung syaraf perasa. Dengan demikian, mengusap, menggesek, atau menggosok klitoris dengan apa saja yang kasar atau kering bisa memberikan rasa sakit bagi partner anda. Sebelum anda melakukan apa-apa terhadap klitoris seorang wanita, pastikanlah bahwa klitoris si dia telah memiliki pelumas yang cukup (ludah anda atau cairan yang keluar dari vaginanya). Ini akan menghindarkannya dari iritasi kulit (lecet-lecet dan rasa perih) yang dapat dideritanya kalau kekurangan pelumas, karena kulit di sekitar vagina seorang wanita sangat halus dan mudah lecet.

Sebagai informasi tambahan, penis seorang pria sebenarnya berasal dari klitoris. Setiap janin yang ada dalam kandungan seorang ibu berjenis kelamin wanita pada awalnya. Bila kemudian janin tersebut mendapatkan hormon testosteron, secara perlahan klitoris sebuah janin akan tumbuh menjadi sebuah penis. Sementara itu, lubang yang ada di bawahnya akan menutup dan ditempati oleh biji testikel. Inilah sebabnya anda dapat melihat suatu garis vertikal yang tampak seperti jahitan kalau anda melihat daerah antara biji testikel dan lubang pantat anda. Pada wanita, lubang ini akan tetap terbuka dan menjadi lubang vaginanya.

Setelah menemukan lokasi klitoris si dia, mulailah menjilatinya secara perlahan-lahan dan halus. Arah gerakan lidah anda, tekanan yang anda berikan kepada klitorisnya, dankecepatan lidah anda bergerak akan menentukan sensasi yang dirasakannya. saya sarankan anda memulai dari tempo yang rendah dan tekanan yang lembut. Secara perlahan-lahan sekali, percepatlah gerakan lidah anda dan perbesarlah tekanan yang anda berikan pada klitorisnya.

Kalau mau, boleh juga anda menggunakan bibir anda secara bersamaan seakan-akan anda berciuman dengan klitorisnya. Menurut pengalaman, mengelilingi klitoris seorang wanita dengan bibir anda (seperti ketika anda ingin mengucapkan huruf A) dan secara bersamaan menggelitik klitorisnya yang berada di tengah dengan gerakan lidah ke kiri dan ke kanan atau ke atas dan ke bawah dapat memberikan sensasi luar biasa bagi si dia. Bagaimana rasanya? Mungkin si dia akan mengatakan, “Sejuta rasanya!” Apalagi kalaupada saat yang sama anda juga menghembuskan uap napas anda dari mulut sambil memastikan adanya pelumas (ludah) yang cukup di sekitar klitorisnya. Bagi si dia, mungkin yang ini sepuluh juta rasanya. Seandainya anda belum tahu, ketahuilah bahwa teknik ini juga dapat digunakan untuk menjilati payudara dan puting susu si dia.

Selanjutnya, walaupun menjilati klitoris merupakan kegiatan utama yang sebaiknya anda lakukan, klitoris yang terlalu lama dijilati terus-menerus dapat mengalami sedikit mati rasa (kekurangan sensitivitas). Inilah sebabnya anda juga perlu menjilati daerah-daerah sekitarnya. Menjilati daerah-daerah di sekitar klitoris bukan hanya akan memberikan wanita variasi dalam sensasi yang dirasakannya, melainkan juga akan memberikan kontras yang tepat bagi sensasi yang dirasakannya ketika lidah anda kembali lagi menyentuh dan mengusap klitorisnya.

Perhatikanlah gambar berikut ini

Spoiler for titik orgasme:

dengan nomor-nomor yang terpasang. Bila anda menjilati daerah #1 yang letaknya tepat di atas klitoris seorang wanita, anda akan merasakan sedikit benjolan yang memanjang secara vertikal (besarnya berbeda-beda pada setiap wanita). Jilatan pendek ke kiri dan ke kanan pada daerah ini sangat mengasyikkan bagi wanita, terutama kalau gerakan lidah yang sama anda naikkan dan turunkan di sepanjang benjolan klitorisnya. Anda boleh menekan agak keras dengan lidah anda, tetapi berhati-hatilah ketika bergerak menuju arah klitoris (bagian yang lancip). Wanita-wanita tertentu lebih memilih tekanan yang lembut ketika anda mencapai ujung klitorisnya (daerah yang sangat sensitif), sementara wanita-wanita lainnya menginginkan tekanan yang agak keras di daerah tersebut. Tanyakan saja kepada si dia mana yang lebih digemarinya.

Daerah #2 dan #3 adalah bibir vagina si dia. Jilatan di sekitar dan di sepanjang bibir vagina seorang wanita juga akan memberikan sensasi yang merangsang. Saya sarankan anda menjilati keduanya secara bergilir dengan bergerak secara perlahan-lahan, dimulai dari sisi yang satu, naik ke klitoris untuk mampir memberikan kunjungan kehormatan, dan kemudian berlanjut ke sisi sebelahnya. Bolak-baliklah seperti ini dengan perpindahan yang lambat. Kalau mau, boleh juga anda sekali-sekali menyentuh lubang vaginanya. Sebagai variasi tambahan, berganti-gantilah menggunakan lidah saja, kedua bibir anda saja, atau lidah dan bibir secara bersamaan untuk menggarap #2, klitoris si dia, dan #3.

Daerah #4 dan #5 lebih rendah tingkat sensitivitasnya dibandingkan dengan klitoris, #1, #2, dan #3. Salah seorang wanita yang pernah dijilati vaginanya malah mengatakan bahwa dia kurang peduli dengan jilatan di daerah #4 dan #5, karena intensitas rasa yang diperolehnya dengan jilatan tepat di klitoris sudah cukup memuaskan dan merangsang. Tetapi tidak ada salahnya kalau sekali-sekali anda menyempatkan diri menjilati daerah #4 dan #5, dan kalau perlu juga mulut dari lubang vagina si dia.

Satu hal penting yang perlu di sebutkan sehubungan dengan daerah #4, #5, dan lubang vagina di antara keduanya adalah bahwa menjilati daerah bawah ini dapat memberikan anda sedikit gambaran mengenai rangsangan yang dirasakan oleh wanita anda. Wanita yang terangsang akan menjadi basah vaginanya, dan kemungkinan besar cairan (lendir) pelumas alami yang berasal dari dalam vaginanya akan mengalir keluar. Kalau anda merasakan adanya cairan tersebut dengan lidah anda (biasanya sedikit asin), berarti wanita anda sudah terangsang dan mungkin juga sedang menikmati apa yang anda lakukan baginya. Tapi bila daerah #4, #5, dan lubang vaginanya kering kerontang tanpa lendir, mungkin ada baiknya anda menanyakan secara langsung apakah dia benar-benar menikmati jilatan lidah anda. Mungkin saja jilatan anda belum sungguh-sungguh mengena pada sasaran yang tepat. Kalau ini perkaranya, hanya wanita andalah yang dapat menolong anda. Dialah satu-satunya yang tahu tempat yang benar, dan anda harus meminta instruksinya.

Setelah mempelajari daerah-daerah yang disebutkan di atas, bagaimana dengan mulut lubang vagina si dia? Apakah perlu dijilati juga? Jawabannya, boleh-boleh saja. Pria-pria tertentu malah senang membentuk lidahnya seruncing mungkin dan berusaha memasukkan sebanyak mungkin ujung lidah tersebut ke dalam liang vagina wanitanya. Bila anda ingin melakukan hal ini, lakukanlah dengan hati-hati. Wanita-wanita tertentu dapat merasa kesakitan atas tekanan yang anda keluarkan ketika menekan masuk ujung lidah anda ke dalam lubang vaginanya. Sementara itu, ada pula wanita yang malah merasa keasyikan, terutama kalau ujung lidah anda yang telah dimasukkan ke dalam vaginanya menekan-nekan bagian atas dinding vaginanya. Seandainya anda cukup beruntung untuk meniduri wanita seperti ini, gandakanlah rangsangan yang anda berikan dengan mengusap-usap klitorisnya dengan bibir atas anda secara bersamaan.

Sudah tidak sabar mempraktekkannya? tentu saja! go man go!…

Mangle, Queue Tree and prioritization

Filed under: Queue Tree and prioritization — boocex @ 12:34 pm

#######################################

Mangle, Queue Tree and prioritization

#######################################

 

As we know ‘simple queue’ marks packets from/to target ip and queues them using

global-in/global-out parents for packets at the local side of router. If we want

to queue services using ‘queue tree’ we can do it at the local or public side.

However if we want to use ‘simple queue’ and ‘queue tree’ for services we don’t

have that choice. Packets are marked at the local side and queued by ‘simple queue’

(we can’t see it in /ip firewall mange and /queue tree). The second marking and

the ‘queue tree’ at the local side won’t work. That’s why, for services we need

to mark packets incoming/outgoing (prerouting/postrouting) at the public side of router.

 

Mangle Packet Flow

——————-

 

* There are 5 places to mangle

- Prerouting

- Input

- Output

- Forward

- Postrouting

 

* There are 4 places to limit

- Global-in

- Global-out

- Global-total

- Interface queue

- Ether1,Ether2,etc (WAN,LAN,etc)

- Wlan1,Wlan2,etc (WAN,LAN,etc)

 

Mangle Packet Flow Diagram

—————————

+———+

+–>| Mangle  |–+

|   | Forward |  |

|   +———+  |

|                V

_________        _________

+——————-+     /         \      /         \       +————-+

|     Global-in     |    |  Routing  |    |  Routing  |      |   Mangle    |

| (and global-total |—>|  Decision |    |  Decision |—-> | Postrouting |

+——————-+     \_________/      \_________/       +————-+

^                        |                ^                    |

|                        V                |                    V

+————+         +————+    +————+      +——————+

|  Mangle    |         |  Mangle    |    |   Mangle   |      |   Global-out     |

| Prerouting |         |   Input    |    |   Output   |      | (and global-out) |

————+          +————+    +————+      +——————+

^                        |                ^                    |

|                        V                |                    V

+============+         +=-==-==-=-=-+—-+=-=-=-=-=-=-+      +============+

|    INPUT   |         |    Local   |—>|   Local    |      |   OUTPUT   |

|  INTERFACE |         | Process-In |    |Process-Out |      | INTERFACE  |

+============+         +=-==-==-=-=-+—-+=-=-=-=-=-=-+      +============+

 

## Configuration

 

/interface set ether1 name=wan

/interface set ether2 name=lan

 

/ip  address  add  address=192.168.0.1/24 interface=lan

/ip  address  add  address=1.0.0.2/24 interface=wan

/ip route  add gateway=1.0.0.1

 

/ip firewall nat  add chain=srcnat action=masquerade src-address=192.168.0.0/24

 

At first we make simple queue, for example:

 

:for z from 2 to 254 do={/queue simple  add name=(0. . $z) target-addresses=(192.168.0. . $z) \

parent=192.168.0.0/24 interface=all priority=4 queue=default/default max-limit=128000/530000 \

total-queue=default}

 

Now we mark packets for the services

 

/ ip firewall mangle

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=icmp_in passthrough=no \

in-interface=wan protocol=icmp comment=”icmp” disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=icmp_out \

passthrough=no out-interface=wan protocol=icmp comment=”" disabled=no

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=p2p_in passthrough=no \

p2p=all-p2p in-interface=wan comment=”p2p” disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=p2p_out \

passthrough=no p2p=all-p2p out-interface=wan comment=”" disabled=no

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=pop3_in passthrough=no \

in-interface=wan src-port=110 protocol=tcp comment=”pop3″ disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=pop3_out \

passthrough=no out-interface=wan dst-port=110 protocol=tcp comment=”" \

disabled=no

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=smtp_in passthrough=no \

in-interface=wan src-port=25 protocol=tcp comment=”smtp” disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=smtp_out \

passthrough=no out-interface=wan dst-port=25 protocol=tcp comment=”" \

disabled=no

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=imap_in passthrough=no \

in-interface=wan src-port=143 protocol=tcp comment=”imap” disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=imap_out \

passthrough=no out-interface=wan dst-port=143 protocol=tcp comment=”" \

disabled=no

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=ssh_in passthrough=no \

in-interface=wan dst-port=22 protocol=tcp comment=”ssh” disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=ssh_out \

passthrough=no out-interface=wan src-port=22 protocol=tcp comment=”" \

disabled=no

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=winbox_in \

passthrough=no in-interface=wan dst-port=8291 protocol=tcp \

comment=”winbox” disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=winbox_out \

passthrough=no out-interface=wan src-port=8291 protocol=tcp comment=”" \

disabled=no

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=dns_in passthrough=no \

in-interface=wan src-port=53 protocol=udp comment=”dns” disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=dns_out \

passthrough=no out-interface=wan dst-port=53 protocol=udp comment=”" \

disabled=no

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=www_in passthrough=no \

in-interface=wan src-port=80 protocol=tcp comment=”www” disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=www_out \

passthrough=no out-interface=wan dst-port=80 protocol=tcp comment=”" \

disabled=no

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=ssl_in passthrough=no \

in-interface=wan src-port=443 protocol=tcp comment=”ssl” disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=ssl_out \

passthrough=no out-interface=wan dst-port=443 protocol=tcp comment=”" \

disabled=no

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=udp_in passthrough=no \

in-interface=wan protocol=udp comment=”udp” disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=udp_out \

passthrough=no out-interface=wan protocol=udp comment=”" disabled=no

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=tcp_in passthrough=no \

in-interface=wan protocol=tcp comment=”tcp” disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=tcp_out \

passthrough=no out-interface=wan protocol=tcp comment=”" disabled=no

add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=other_in \

passthrough=no in-interface=wan comment=”other” disabled=no

add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=other_out \

passthrough=no out-interface=wan comment=”" disabled=no

 

after that we can make queue tree:

 

/queue tree

add name=”upload_wan1″ parent=global-out packet-mark=”" limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=4 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”icmp_down” parent=global-in packet-mark=icmp_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=1 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”icmp_up” parent=global-out packet-mark=icmp_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=1 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”winbox_down” parent=global-in packet-mark=winbox_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=1 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”winbox_up” parent=global-out packet-mark=winbox_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=1 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”dns_down” parent=global-in packet-mark=dns_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=1 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”dns_up” parent=global-out packet-mark=dns_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=1 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”www_up” parent=upload_wan1 packet-mark=www_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=2 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”ssl_up” parent=upload_wan1 packet-mark=ssl_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=1 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”p2p_up” parent=upload_wan1 packet-mark=p2p_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=8 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”udp_up” parent=upload_wan1 packet-mark=udp_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=6 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”tcp_up” parent=upload_wan1 packet-mark=tcp_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=4 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”other_up” parent=upload_wan1 packet-mark=other_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=7 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”download_wan1″ parent=global-in packet-mark=”" limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=4 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”www_down” parent=download_wan1 packet-mark=www_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=2 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”ssl_down” parent=download_wan1 packet-mark=ssl_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=1 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”p2p_down” parent=download_wan1 packet-mark=p2p_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=8 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”udp_down” parent=download_wan1 packet-mark=udp_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=6 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”tcp_down” parent=download_wan1 packet-mark=tcp_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=4 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”other” parent=download_wan1 packet-mark=other_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=7 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”ssh_down” parent=global-in packet-mark=ssh_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=1 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”ssh_up” parent=global-out packet-mark=ssh_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=1 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”pop3_down” parent=download_wan1 packet-mark=pop3_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=5 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”smtp_down” parent=download packet-mark=smtp_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=5 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”imap_down” parent=download packet-mark=imap_in limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=5 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”imap_up” parent=upload packet-mark=imap_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=5 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”smtp_out” parent=upload packet-mark=smtp_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=5 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”pop3_up” parent=upload packet-mark=pop3_out limit-at=0 \

queue=wireless-default priority=5 max-limit=0 burst-limit=0 \

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

 

We have several basic download/upload queues:

 

- wan

 

- icmp

 

- winbox

 

- dns

 

Icmp, dns and winbox have the highest priority to ensure low ping, quick answer

of dns server and winbox connection without any problems. The second is wan.

In wan tree we decide which service has the highest priority, for which one

we want to guarantee bandwidth or decrease speed.

 

From: http://wiki.mikrotik.com/wiki/Mangle%2C_Queue_Tree_and_prio_by_fly_man_…_almost_done

 

###################

# Alternatif Mangle

###################

 

Prioritization Plan

^ 1

DNS,SSH,ICMP,Telnet,HTTP Request,HTTPS …… |

|

|

Game …… |

|

|

Voip,Skype,Video Conference,VPN,MSN …… |

|

|

Mail,HTTP Download,sFTP,FTP ……. |

|

|

P2p………|

|

o 8

 

How to mark?

=========================================================================================================

Group          |  Priority |    Service          |  Protocol | Dst-Port |    Other Conditions

===============|===========|=====================|===========|==========|================================

P2p_services   |     8     |      P2p            |           |          | p2p=all-p2p

—————|———–|———————|———–|———-|——————————–

|           |                  |    TCP    |    110   |

|           |                  |———–|———-|——————————–

|           |                  |    TCP    |    995   |

|           |                  |———–|———-|——————————–

|           |     Mails                   |    TCP    |    143   |

Download_      |           |                    |———–|———-|——————————–

Services       |           |                          |    TCP    |    993   |

|     7     |                |———–|———-|——————————–

|           |                  |    TCP    |    25    |

|           |———————|———–|———-|——————————–

|           |   HTTP downloads             |    TCP    |    80    | Connection-bytes=500000-0

|           |———————|———–|———-|——————————–

|           |     FTP                      |    TCP    |    20    |

|           |                  |———–|———-|——————————–

|           |                  |    TCP    |    21    |

|           |———————|———–|———-|——————————–

|           |     SFTP                    |    TCP    |    22    | Packet-size=1400-1500

—————|———–|———————|———–|———-|——————————–

|           |     DNS                     |    TCP    |    53    |

|           |                  |———–|———-|——————————–

|           |                  |    UDP    |    53    |

|           |———————|———–|———-|——————————–

Ensign_services|           |     ICMP                 |    ICMP   |    -     |

|     1     |———————|———–|———-|——————————–

|           |     HTTPS                 |    TCP    |    443   |

|           |———————|———–|———-|——————————–

|           |     Telnet                |    TCP    |    23    |

|           |———————|———–|———-|——————————–

|           |     SSH                      |    TCP    |    22    |

|           |———————|———–|———-|——————————–

|           |     HTTP request    |    TCP    |    80    | Connection-bytes=0-500000

—————|———–|———————|———–|———-|——————————–

User_request   |     3     | Online game servers |           |          | Dst-address-list=user_request

—————|———–|———————|———–|———-|——————————–

Communication_ |           |      VoIP           |           |          |

services       |           |———————|———–|———-|——————————–

|           |      Skype          |           |          |

|     5     |———————|———–|———-|——————————–

|           |   Video conference  |           |          |

|           |———————|———–|———-|——————————–

|           |      VPN            |           |          |

|           |———————|———–|———-|——————————–

|           |      MSN            |           |          |

—————|———–|———————|———–|———-|——————————–

Source: MUM USA 2008, IL, Workshop Mikrotik, QoS Best Pracktice

 

Create packet marks in the mangle chain “Prerouting” for traffic prioritization in the global-in queue

 

o Ensign_services (Priority=1)

o User_requests (Priority=3)

o Communication_services (Priority=5)

o Download_services (Priority=7)

o P2P_services (Priority=

 

 

/ ip firewall mangle

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”Prio P2P” disabled=no \

new-connection-mark=prio_conn_p2p p2p=all-p2p passthrough=yes

add action=mark-packet chain=prerouting comment=”" \

connection-mark=prio_conn_p2p disabled=no new-packet-mark=prio_p2p_packet \

passthrough=no

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”Prio Download_Services” \

disabled=no dst-port=110 new-connection-mark=prio_conn_download_services \

passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=995 new-connection-mark=prio_conn_download_services \

passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=143 new-connection-mark=prio_conn_download_services \

passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=993 new-connection-mark=prio_conn_download_services \

passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=995 new-connection-mark=prio_conn_download_services \

passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no dst-port=25 \

new-connection-mark=prio_conn_download_services passthrough=yes \

protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" \

connection-bytes=500000-0 disabled=no dst-port=80 \

new-connection-mark=prio_conn_download_services passthrough=yes \

protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=20-21 new-connection-mark=prio_conn_download_services \

passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no dst-port=22 \

new-connection-mark=prio_conn_download_services packet-size=1400-1500 \

passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-packet chain=prerouting comment=”" \

connection-mark=prio_conn_download_services disabled=no \

new-packet-mark=prio_download_packet passthrough=yes

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”Prio Ensign_Services” \

disabled=no dst-port=53 new-connection-mark=prio_conn_ensign_services \

passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no dst-port=53 \

new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes protocol=udp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes \

protocol=icmp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=443 new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes \

protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no dst-port=23 \

new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" \

connection-bytes=0-500000 disabled=no dst-port=80 \

new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=179 new-connection-mark=prio_conn_ensign_services passthrough=yes \

protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=8000 new-connection-mark=prio_conn_ensign_services \

passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-packet chain=prerouting comment=”" \

connection-mark=prio_conn_ensign_services disabled=no \

new-packet-mark=prio_ensign_packet passthrough=no

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”Prio User_Request” \

disabled=no dst-port=22 new-connection-mark=prio_conn_ensign_services \

packet-size=1400-1500 passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-address-list=user_request new-connection-mark=prio_conn_user_services \

passthrough=yes

add action=mark-packet chain=prerouting comment=”" \

connection-mark=prio_conn_user_services disabled=no \

new-packet-mark=prio_request_packet passthrough=yes

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes protocol=gre

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”Prio_Communication” \

disabled=no dst-port=5100 new-connection-mark=prio_conn_comm_services \

passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=5050 new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes \

protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=5060 new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes \

protocol=udp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=1869 new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes \

protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=1723 new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes \

protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=5190 new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes \

protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

dst-port=6660-7000 new-connection-mark=prio_conn_comm_services \

passthrough=yes protocol=tcp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes \

protocol=ipencap

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes \

protocol=ipsec-esp

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes \

protocol=ipsec-ah

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes protocol=ipip

add action=mark-connection chain=prerouting comment=”" disabled=no \

new-connection-mark=prio_conn_comm_services passthrough=yes protocol=encap

add action=mark-packet chain=prerouting comment=”" \

connection-mark=prio_conn_comm_services disabled=no \

new-packet-mark=prio_comm_packet passthrough=no

 

Queue TRee

 

/queue tree

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \

max-limit=0 name=”Priorization” packet-mark=”" parent=global-in priority=1 \

queue=default

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \

max-limit=0 name=”Communication_Services_Prio3″ \

packet-mark=prio_comm_packet parent=Priorization priority=3 queue=default

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \

max-limit=0 name=”Download_Services_Prio5″ \

packet-mark=prio_download_packet parent=Priorization priority=5 \

queue=default

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \

max-limit=0 name=”Ensign_Services_Prio1″ packet-mark=prio_ensign_packet \

parent=Priorization priority=1 queue=default

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \

max-limit=0 name=”P2P_Traffic_Prio8″ packet-mark=prio_p2p_packet \

parent=Priorization priority=8 queue=default

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \

max-limit=0 name=”User_Request_Prio8″ packet-mark=prio_request_packet \

parent=Priorization priority=8 queue=default

 

Halaman Berikutnya »

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.